Selulit Hanya Terjadi pada Orang Gemuk

30 04 2012

Selulit merupakan timbunan lemak yang terbentuk di bawah kulit seseorang, sehingga menyebabkan permukaan kulit terlihat tidak halus.

Kasey McCreery yang membuka praktek perawatan untuk menghilangkan selulit di Los Angeles menjelaskan bahwa perbedaan tingkat estrogen dan progesteron dapat memperburuk selulit.

Hampir 90 persen wanita memiliki selulit, namun sayangnya beberapa di antaranya masih mempercayai mitos yang salah mengenai selulit.

Jangan buang waktu Anda pada mitos dan kesalahpahaman mengenai selulit. Cari tahu kebenarannya. Dan ini mungkin jawabannya seperti yang dikutip melalui Sheknows, Selasa (24/3).

Mitos 1: Selulit hanya terdapat pada orang gemuk

Fakta: Selulit tidak mendiskriminasi ukuran. Jika Anda bertubuh kurus, selulit juga mungkin ada pada bagian bawah tubuh Anda. Selulit terjadi ketika jaringan lemak di bawah kulit rusak, sehingga tidak ada hubungannya dengan lapisan lain dari lemak atau otot.

Banyak para ahli setuju juga bahwa selulit terjadi karena faktor genetik, karena sangat dipengaruhi oleh hormon. Jadi, tidak penting ukuran tubuh, yang terpenting adalah Anda selalu memperhatikan tanda-tanda awal terjadinya selulit dengan merawat dan menjaga kesehatan kulit dan tubuh Anda.

Mitos 2: Olahraga bisa menghilangkan selulit

Fakta: Selulit terjadi pada lapisan lemak yang terletak sekitar 1-1,5 mm di bawah kulit, sedangkan lemak yang terbakar saat olahraga terletak lebih dalam dari itu.

“Olahraga selalu disarankan, tetapi tidak untuk menghilangkan selulit Anda karena letaknya yang lebih dalam,” papar McCreery. Namun, olahraga bisa mengurangi timbunan lemak lain dan mengencangkan tubuh, sehingga Anda akan terlihat lebih sehat, menarik, dan kulit lebih kenyal.

Mitos 3: Kopi dapat mengurangi selulit

Fakta: Kebiasaan minum kopi di pagi hari juga tidak akan menolong Anda untuk menghilangkan selulit. Menurut McCreery, kafein digunakan untuk menarik air dari lobus lemak, tetapi cara ini bukanlah metode yang paling efektif untuk menyembunyikan selulit.

Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa penerapan kafein langsung pada kulit dapat membantu meningkatkan metabolisme dan membakar lemak, tapi efek untuk menghilangkan selulit masih belum diketahui.

Mitos 4: Selulit bisa dihilangkan dengan sedot lemak

Fakta: Ketika Anda berpikir sedot lemak sebagai cara cepat, maka itu salah besar. Sedot lemak hanya menghilangkan lemak di lapisan bawah saja dan malah meningkatkan jumlah selulit karena tubuh kehilangan elastisitas kulit seiring bertambahnya usia, sehingga menjadi lebih longgar.

Mitos 5: Pria tidak mengalami selulit

Fakta: Selain perbedaan hormon, sel-sel lemak pria juga dibentuk secara berbeda dari perempuan dan lemak tersebut tidak meregang dengan mudah, sehingga selulit tidak terlihat begitu jelas. Ketika pria memang memiliki selulit, biasanya akan muncul di leher atau perut. Berbeda dengan perempuan, yang lebih banyak muncul di paha, kaki, dan bokong.

sumber : Ghiboo.com


Aksi

Information

2 responses

2 09 2014
Ersal Desvy

berarti saya gak selulit pak :v

2 09 2014
aris63

g ada yg selulit kalo polanya benar, bukan berarti orang kurus g bisa selulit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s