Hati-hati, waspada dan bijaksana di terminal bus Pulo Gadung

13 12 2011

Terminal yang satu ini tak layak disebut terminal bus, Terminal Bus Pulo Gadung lebih pas disebut sebagai sarang preman, sarang penyamun, sarang singa yang ganas untuk memangsa mahluk yang lemah dan tiada daya. Aparat sudah tak perduli, pejabat hanya janji-janji, karena kenyataan di lapangan saat ini, tidak ada perubahan yang sangat berarti.

Tulisan ini adalah kisah perjalanan pribadi yang tidak begitu panjang namun memberi kesan yang cukup mendalam dan barangkali akan selalu teringat ketika mendengar nama Pulo Gadung disebut-sebut. Sebelum up load tulisan ini, penulis telah mencoba browsing di Internet untuk melihat dan membaca berita/tulisan/keluhan yang berkaitan dengan Terminal Pulo Gadung yang ternyata sama dengan apa yang telah penulis alami bahkan ada kejadian yang lebih parah dimana ada calon penumpang sampai diplorotkan celananya.

Terminal Pulo Gadung bukan tujuan dan pilihan utama saya dalam memilih sarana transportasi dari Jakarta ke Solo Jawa Tengah, saya terdampar di Pulo Gadung akibat keterpaksaan dikarenakan tidak ada pilihan lain,  dalam benak  saya terfikir  dengan harapan  malam itu juga bisa berangkat menuju Kota Solo. Stasiun Gambir adalah pilihan utama, dengan Kereta Argo saya sudah familier meskipun tarif relatif mahal namun masih saya anggap sarana transportasi yang aman dan nyaman, akan tetapi apa lajur yang keluar dari mulut mungil sipetugas loket di Stasiun Gambir ketika saya antri di loket ? “Ticket untuk hari ini dan besok dari Jakarta ke Solo, Semarang, Surabaya sudah habis terjual?” Habis…? Saya agak bengong dan dahi saya sedikit berkerut, padahal waktu itu hari Kamis, andaikan hari Jumat, Sabtu atau Minggu mungkin saya masih dapat memaklumi. Ada permainan apalagi ini di Stasiun Gambir. Ahhh…..tidak usah berfikir negatif memang nasib sedang tidak berfihak pada saya. Sejenak saya berfikir, kemana saya harus mencari alternatif transportasi. Oh ya Pulo Gadung … meski saya mengetahui bahwa terminal-terminal Bus di Jakarta rawan dengan pencaloan, ya…ini tidak ada pilihan lain lagi ini sudah keterpaksaan. Akhirnya dengan Bus Way saya meluncur dari Gambir ke Pulo Gadung.

Menjelang adzan maghrib berkumandang sampailah  di terminal Pulo Gadung, dengan harap-harap cemas saya turun dari Bus Way dan kuinjakkan kaki di Pulo Gadung. Selang beberapa saat saya sudah disambut dengan diberondong pertanyaan oleh seorang anak muda. Sambil bertanya anak muda tersebut menggandeng tanganku mengarahkan ke loket penjualan tiket yang bentuk dan ruangan tidak pantas disebut dengan loket, karena hanya sebuah emperan, di bagian belakang terbuka dengan pepohonan lebat dan rumput liar, di bagian depan hanya kawat kandang kambing (kawat pagar dengan lobang besar) dengan dijaga oleh 4 orang ibu-ibu paroh tua dengan 4 loket tanpa sekat (bisa dibayangkan bentuknya seperti apa itu?). Dari empat orang ibu-ibu tersebut tidak ada yang memiliki wajah yang bersahabat, wajah mereka semuanya rata-rata ingin menerkam mangsa. Akan tetapi saya tidak mau membeli tiket, saya lebih  memilih untuk duduk dikursi yang tersedia untuk calon penumpang sambil melihat situasi dan kondisi, meskipun sudah sekian banyak calo yang memaksa saya untuk segera membeli tiket.

Selama lebih dari 1 jam saya melihat situasi di terminal, sudah sekian banyak calon penumpang yang sudah dipaksa untuk membeli tiket dan mereka rata-rata dengan terpaksa membelinya karena mungkin saja dia takut atau mungkin tidak mau ribut meskipun tidak ada busnya. Akhirnya saya sendiri terpaksa harus membeli tiket karena saya sudah dikeroyok oleh sekian banyak calo dan dihadang tidak bisa kemana-mana, yaaaa…akhirnya ku beli juga tiket bis dan kebetulan bisnya juga ada dan itu satu-satunya bis yang ada di terminal dengan tujuan ke jawa tengah, bus tersebut berinisial PO GP.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s