PENYELIDIKAN INSIDEN

27 09 2011

DEFINISI

Penyelidikan insiden merupakan metode observasi, analisis dan evaluasi terhadap peristiwa yang mengakibatkan terjadinya cidera terhadap orang dan/atau kerusakan properti. Ditunjukkan bahwa alasan dasar untuk melakukan penyelidikan adalah untuk menghindari terjadinya insiden yang sama di tempat kerja.

Yang lainnya adalah berisi sesuatu yang hilang yang timbul dari insiden dibawah investigasi; meliputi dokumentasi dari peristiwa factual yang mungkin diperlukan pada tindakan selanjutnya.

 

KEUNTUNGAN

Prinsip dari keuntungan adalah mencegah terjadinya insiden berikutnya.  Tapi ada juga keuntungan lain yang berasal dari penyelidikan yang baik, yaitu :

  1. Pengembangan prosedur
  2. Dokumentasi yang lengkap sebagai persiapan yang sah
  3. Pengurangan kerusakan terhadap stock dan plant
  4. Meningkatkan keyakinan melalui tindakan perbaikan

APA YANG DIPERLUKAN

Ada lima langkah dalam penyelidikan insiden :

Observasi  mempelajari tentang semua peristiwa factual untuk  mendapatkan gambaran

Analisis         mempelajari gambaran tersebut untuk mengenali factor yang  memiliki hubungan

Evaluasi        mempelajari factor yang memiliki hubungan untuk  dipertimbangkan bagaimana tindakan perbaikannya

Tindakan       memutuskan berdasarkan tindakan perbaikan yang telah diperkenalkan

Komunikasi    kontrol komunikasi di area kerja atau pada lokasi lainnya

Penyelidikan harus bersifat objektif, factual, dan bebas dari segala sesuatu yang menunjukkan kesalahan.

Insiden biasanya terjadi karena kekurangan cahaya dalam interaksi antara rancangan dari plant dan equipment, tugas yang dilakukan, sikap dari individu dan lingkungan kerjanya.

Ditunjukkan bahwa pencegahan insiden harus dilakukan langsung untuk mengontrol segala kekurangan yang ditemukan. Strategi yang digunakan adalah sebagai berikut :

  • Sikap individu (person)
  • Rancangan plant dan equipment (machine)
  • Wujud dari lingkungan (environment)

Perlu dicatat bahwa tidak semua insiden berakibat cidera, jadi sangatlah penting untuk bisa membedakan antara :

INSIDEN NON CIDERA , DAN  INSIDEN CIDERA

Penting bahwa kepercayaan tentang “setiap insiden memiliki sebab” tidak menurun menjadi kepercayaan bahwa insiden hanya memiliki satu sebab. Banyak insiden terjadi sebagai hasil dari sejumlah factor yang saling berhubungan.  Untuk itulah penyelidikan harus mengacu pada factor-faktor dari orang, mesin dan peraltan, dan lingkungan. Tanpa faktor-faktor tersebut, rangkaian dari peristiwa yang menyebabkan cidera dan kerusakan tidak dapat diselesaikan prosesnya.

Perbedaan antara factor-faktor tersebut tidak terdapat pada hubungan penting pada bagian penyebabnya. Perbedaan terjadi bagaimanapun merupakan wujud dari suatu kontrol dari faktor penghubung, masalah,  yang berkenaan dengan tindakan perbaikan.  Beberapa dintaranya mudah untuk diperbaiki, dan adanya juga yang sulit, dan bahkan tidak mungkin untuk diperbaiki. Bagaimanapun dalam prakteknya akan ditemukan banyak kebohongan diantara dua pebedaan tersebut.

Kemampuan yang dikembangkan dalam penyelidikan insiden adalah pengenalan factor-faktor tersebut, yang jika dikontrol yang mengganggu factor-faktor dalam mencapai :

“ Penurunan secara maksimum terhadap kerusakan/cidera  untuk biaya dan usaha ”

PROSEDUR

Prosedur tertulis seperti Laporan Cidera dan Laporan Investigasi Insiden harus lengkap pada semua kasus cidera atau terdapatnya potensi cidera.

Pertimbangan yang lainnya adalah cidera yang alami, potensi kehilangan finansial , dan kemungkinan terjadinya insiden lagi.

Penyelidikan harus segera dimulai, karena tempat kejadian yang berubah, informasi akan hilang. Waktu yang digunakan untuk penyelidikan insiden harus diperhitungkan.

Sebaiknya cidera yang terjadi pada pekerja harus segera diselediki agar praktek kerja dapat segera dinilai dan dikembangkan jika disiapkan.

Sebagai tambahan, supervisor juga yakin, secara ekonomi, dan dalam beberapa kasus bertanggung jawab secara sah. Supervisor memiliki beberapa keuntungan yang jelas :

  • Mereka harus mengetahui banyak tentang situasi
  • Mereka memiliki orang yang mamapu mengenali penyebab faktornya
  • Mereka dapat segera mengambil tindakan pencegahan.
  • Mereka harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan pegawai-pegawai mereka.

PETUNJUK PRAKTEK

Selalu mengunjungi tempat kejadian. Tidaklah mungkin melengkapi informasi tanpa hadir dalam penyelidikan tersebut. Peneyelidikan harus dilengkapi dengan pertanyaan mengenai kejadian yang sebenarnya.

Photograpi sangat berguna untuk mendata tempat kejadian untuk analisis selanjutnya. Ingat, Anda mungkin biasa mengenali area kegiatan, tapi tidaklah mungkin Anda dapat mengingat kejadiannya.

Supervisor atau penyelidik lainnya harus mewawancarai orang yang terluka dan pekerja lainnya untuk mendapatkan dasar permulaannya. Jika mungkin mendapatkan pernyataan dari saksi, ini mungkin dapat dijadikan kebijaksanaan bagi pekerja lain yang tidak ingin telribat didalamnya. Sangatlah penting untuk mendata pernyataan yang akurat, yang dapat menjadi nilai untuk pemeriksaan .

Memeriksa data kejadian sebelumnya, kecelakaan sebelumnya, jenis kerja dan lamanya pelayanan dapat memberikan petunjuk yang mungkin berhubungan dengan factor-faktor yang ada.

Alasan dasar, keadaan keuangan, pekerjaan kedua atau masalah di rumah dapat melengkapi insiden tersebut.

Ingat, penyelidikan harus dilakukan secara objektif dan berdasarkan fakta bukan pendapat atau gossip.

Selalu ada kemungkinan mendapatkan informasi yang salah dari seseorang yang benar atau salah memiliki tanggung jawab atau perasaan bersalah.

 

WAWANCARA

Pewawancara harus dengan cepat membuat orang yang akan diwawancarai merasa nyaman untuk mendapatkan semua informasi. Penting bagi orang yang akan diwawancarai untuk diperlakukan dengan ramah tanpa adanya paksaan untuk mengakui kesalahan. Penting juga bahwa wawancara dilakukan di tempat yang sesuai. Tempat kejadian mungkin merupakan tempat yang sesuai karena orang yang diwawancarai dapat menggambarkan kejadian melalui kata-kata atau demonstrasi. Landasan untuk berhasilnya suatu wawancara meliputi :

  • Tempat yang sesuai
  • Mendapatkan laporan
  • Membangun kepercayaan
  • Pertanyaan Terbuka
  • Mendengarkan dengan seksama
  • Mencatat
  • Jangan menunjukkan kesalahan
  • Membaca kembali pernyataan
  • Mencari konfirmasi
  • Meninggalkan nomor yang bisa dihubungi jika orang yang diiwawancarai ingin memberikan informasi selanjutnya
  • Mengucapkan terima kasih

 

PERTANYAAN

Pertanyaan harus teratur dalam pembukaannya dan harus diawali dengan kata : apa, kapan, dimana, bagaimana, siapa, dll.

Pertanyaan yang diperlukan pada saat terjadinya insiden adalah :

Jam berapa terjadinya insiden ?

Apa yang dilakukan orang tersebut sebelum terjadinya insiden ?

Siapa orang  lain yang bekerja dengannya atau yang dekat dengan orang yang terluka ?

Jenis perlengkapan apa yang digunakannya (sepatu boot, kacamata pelindung,  helm pengaman,dll) ?

Perlengkapan apa yang dia pergunakan ?

Perlengkapan apa atau pada permukaan yang bagaimana dia bekerja ?

Bagaimana kondisi cuacanya (hujan, angin, dll) ?

Petunjuk apa yang telah dilakukan olehnya dan dari siapa ?

Siapa orang pertama yang berada di tempat kejadian ?

Siapa yang melakukan pertolongan pertama ?

Tindakan apa yang telah dilakukan, apakah sesuai dengan tindakan  pencegahan ?

 

LAPORAN

Untuk melengkapi penyelidikan, laporan diperlukan untuk melihat yang mana yang dapat disimpulkan dengan rekomendasi yang ada untuk manajemen peyelesaian.

Laporan harus :

  1. Akurat dan dilengkapi dengan informasi.
  2. Jelas dan lengkap dengan penjelasan peristiwa sampai terjadinya insiden.
  3. Mengoreksi pengenalan dari factor penyebab.
  4. Menggambarkan factor penyebab.
  5. Tindakan perbaikan yang telah dilakukan.
  6. Rekomendasi untuk tindakan poerbaikan untuk mengurangi atau menghilangkan kemungkinan terjadinya insiden yang sama.
  7. Rekomendasi tindakan perbaikan untuk meningkatakan system manajemen.
  8. Mereview dan menandai.

 

PENYEBAB INSIDEN

Fakta menunjukkan bahwa insiden tidak terjadi begitu saja, pasti ada penyebabnya.  Dengan mencari penyebab insiden, langkah-langkah yang mungkin untuk mencegahnya dapat diambil. Sayangnya, pernyataan sederhana yang dikembangkan meragukan artinya bahwa tindakan dasar untuk pencegahan insiden dapat ditemukan dalam sebuah landasan yaitu teori “penyebab insiden”.

 

Secara dasar, perusahaan memiliki tiga konsep dasar keselamatan :

(a)     Penyebab insiden

(b)     Langkah harus diambil untuk mengontrol insiden

(c)     Tanpa perbaikan, insiden yang sama akan terjadi kembali

 

Sering ditemukan bahwa tindakan perbaikan ditunda karena hal ini pertama kalinya dalam tiga belas tahun seseorang mengalami luka dari mesin atau merupakan kejadian yang tidak beruntung, dan tidak terjadi lagi dalam seratus tahun – pernyataan yang cukup umum dalam konteks dengan kealamian manusia. Seperti pendapat yang dikemukakan seseorang dari kesalahan dan melakukan tanggung jawab untuk menyelidiki penyebabnya.

PERBANDINGAN PERILAKU YANG TIDAK AMAN KE KONDISI YANG TIDAK AMAN

Persentase dari insiden, yang disebabkan oleh perilaku yang tidak aman atau kondisi yang aman, terjadi dari industri ke industri lainnya dan dari tempat kerja ke tempat kerja yang berhubungan dengan industri. Ketidakadaan studi yang sesuai dengan suatu industri hanya dapat diperkirakan dari pengalaman perbandingan perilaku yang tidak aman ke kondisi yang tidak aman.

ANATOMI DARI SUATU INSIDEN

Ada empat bagian dari suatu insiden :

(a)        Penyebab Pelengkap

(b)        Penyebab Langsung

(c)         Insiden

(d)        Hasil dari insiden

 

Keempat bagian tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Penyebab Pelengkap Insiden

(a)        Performa Supervisor safety

(1)        Petunjuk keselamatan yang tidak cukup

(2)        Peraturan keselamatan tidak dipaksakan

(3)        Keselamatan tidak direncanakan sebagai bagian dari pekerjaan

(4)        Jarang berhubungan masalah safety dengan pegawai

(5)        Bahaya tidak diperbaiki

 

(b)        Kondisi mental perorangan

(1)        Kurangnya kepedulian terhadap keselamatan

(2)        Kurangnya koordinasi

(3)        Sikap yang tidak benar

(4)        Reaksi yang lambat

(5)        Tidak perhatian

(6)        Kurangnya emosi yang stabil

(7)        Gugup

(8)        Temperamental

 

(c)         Kondisi fisik perorangan

(1)        Keletihan

(2)        Tuli

(3)        Kurangnya penglihatan

(4)        Fisik yang tidak memenuhi syarat untuk bekerja

(5)        Cacat, dll.

 

Penyebab Langsung dari Insiden

(a)        Perilaku yang tidak aman

(1)        Tersedianya perlengkapan pelindung tapi tidak digunakan

(2)        Bahaya dari metode pengangkatan (kesalahan mengangkat barang yang tajam atau licin, salah mengangkat, kehilangan pegangan, dll).

(3)        Penggunaan peralatan dan perlengkapan yang tidak benar meskipun petunjuknya telah disediakan

(4)        Bahaya dari melakukan pemindahan (berlari, melompat, melangkah ke atas atau memanjat, melempar,dll)

(5)        Bercanda yang tidak sewajarnya

 

(b)        Kondisi Yang Tidak Aman

(1)        Peralatan keselamatan yang tidak efektif

(2)        Tidak menggunakan alat keselamatan meskipun diperlukan

(3)        Lemahnya tumpukan, sempitnya jalan masuk

(4)        Perlengkapan, peralatan, atau mesin yang tidak sempurna

(5)        Penggunaan pakaian yang salah dalam bekerja

(6)        Kurangnya penerangan, ventilasi,dll.

 

Insiden

(a)        Jatuh

(b)        Terpeleset

(c)         Tergelincir

(d)        Support gave way

(e)        Kerusakan properti

(f)          Kerusakan material

(g)        Cidera

(h)        Fatal

PENYEBAB PELENGKAP & PENYEBAB LANGSUNG DARI INSIDEN

Untuk memahami bagian dari insiden, beberapa pengetahuan dari penyebab pelengkap dan penyebab langsung dari insiden sangat diperlukan.

Penyebab langsung dari insiden, perilaku yang tidak aman dan kondisi yang tidak aman sering lebih jelas daripada penyebab pelengkapnya sehingga lebih mudah untuk memeriksa dan memindahkannya.  Bagaimanapun, pencegahan insiden tidak harus dihentikan berapapun banyaknya usaha yang telah dilakukan, semua penyebab langsung tidak dapat dipindahkan. Beberapa usaha harus dilakukan untuk menaggulangi penyebab pelengkapnya. Satu kemungkinan yang dijadikan pendapat bahwa perilaku yang tidak aman dan kondisi yang tidak aman adalah apakah itu salah, itu hanyalah hasil. Ini merupakan factor, yang melengkapi perilaku yang tidak aman dan kondisi yang tidak aman yang salah. Kontrol dari factor pelengkap ini dan kebutuhan untuk penghapusan perilaku yang tidak aman dan kondisi yang tidak aman diperkecil.

Tentu saja, pengawasan harus berlanjut yang berhubungan secara efektif dengan penyebab langsung dari insiden tapi banyaknya waktu dan perhatian harus diperhatikan untuk melengkapi penyebabnya. Ini berarti memberikan lebih banyak perhatian terhadap hubungan antara orang dengan mesin, adanya  tempat kerja dengan kebutuhan mental dan fisik pekerja, dan termasuk pelatihan keselamatan di seluruh bidang kerja.

 

LANGKAH-LANGKAH PENANGANAN INSIDEN

Pada saat terjadinya insiden, ini merupakan indikasi bahwa sesuatu telah berjalan dengan salah. Sesuatu yang jauh dari yang telah dilakukan seseorang untuk mencegah insiden dan perilaku yang tidak aman serta kondisi yang tidak aman telah dikembangkan. Supervisor yang jujur adalah berusaha untuk mencegah insiden, ingin memiliki pengetahuan bekerja dari langkah-langkah dasarnya sehingga dapat mengontrol sebab dari kecelakaan–kondisi mental dan fisik dari pekerja serta performa dari keselamatannya. Langkah-langlkahnya adalah sebagai berikut :

 

Tugas  Supervisor Safety

(a)        Analisis bahaya kerja

(b)        Melaksanakan peraturan keselamatan

(c)         Menyiapkan pengetahuan tentang keselamatan

(d)        Promosi bagi pekerja yang berpartisipasi dalam keselamatan

(e)        Melakukan pekerjaan dengan benar

(f)          Mengembangkan kondisi kerja yang aman

 

Kondisi Mental Perorangan

(a)        Melakukan hubungan safety secara regular melalui supervisor

(b)        Menyediakan masalah keselamatan dan pelatihan keselamatan

(c)         Promosi keselamatan dan publikasi

(d)        Partisipasi pekerja dalam program keselamatan

(e)        Mengadakan pertemuan secara reguler sesuai dengan jadwal

(f)          Melakukan komunikasi antara supervisor-pekerja pada semua masalah yang berhubungan dengan pekerja

Kondisi Fisik Perorangan

(a)        Melakukan latihan fisik

(b)        Secara teratur melakukan latihan ulang

(c)         Menempatkan pekerjaan dengan benar

(d)        Menyediakan fasilitas kesehatan

(e)        Memeriksa kondisi fisik pekerja dari seluruh bagian pekerjaannya dan perubahan dalam bekerja

(f)          Pengakuan adanya kekurangan fisik dari pekerja baru pada pekerjaannya, khususnya jika pekerjaan berat juga dilakukan

 

Kesimpulan

Keberhasilan dari penyelidikan insiden tidak hanya dari apa yang terjadi tapi juga menemukan bagaimana dan mengapa insiden terjadi.

Penyelidikan merupakan suatu usaha untuk mencegah kemungkinan bahaya yang lebih besar.

Suatu penyelidikan tidak akan selesai sampai lengkapnya laporan terakhir.

Tanggung jawab dari karyawan dapat dilakukan untuk mendapatkan informasi dan rekomendasi guna mencegah insiden berikutnya.

Insiden yang terjadi di tempat kerja, jadi Anda sebagai supervisor harus mengetahui bagaimana merespon mereka.

Ini penting untuk diketahui bagaimana hubungan dengan keadaan darurat pada masalah yang kompeten dan efisien.

Buatlah diri Anda terbiasa dengan prosedur keadaan darurat yang digunakan di tempat kerja , jika tidak yakin bertanyalah mengenai informasi selanjutnya.

Menjaga kondisi yang aman dan sehat di tempat kerja merupakan tanggung jawab pekerja dan Anda.

Semakin sering Anda terlibat dalam masalah keselamatan dan kesehatan, semakin mampu Anda mengurangi insiden di tempat kerja.

 

REFERENSI

TCI-OHS-SF001   –    Incident Investigation Report

TCI-OHS-SF007   –    First Aid Record Form

TCI-OHS-SF013   –    Incident Register

TCI-ACC-SP015   –    Insurance

 

TCI-OHS-SPOO1-ATT6.1        – HS&E Incident Classification Matrix

TCI-OHS-SP001-ATT6.2        – Incident Recording Codes

TCI-OHS-SP001-ATT6.3        – Incident Interview Form


Aksi

Information

One response

18 10 2011
akhmad zaen X-MM

maaf pak baru koment soal nya blok nya baru ketemu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s