Polemik Insentif, Guru Kecewa Organisasi Profesi

30 03 2011
     
SATU per satu guru angkat suara. Sejumlah perwakilan guru yang belum menerima insentif dari Pemkot Samarinda, kemarin, mendatangi Kantor Kaltim Post di Kompleks Mahakam Square. Ada 10 guru saat itu. Sebagian besar adalah guru sekolah negeri, ada juga guru honor.
Saat bincang dengan media ini, semua guru membenarkan tentang tersendatnya insentif yang merupakan hak mereka. Atas permintaan para guru itu, mereka ingin identitas tak dibuka. Yang jelas mereka berasal dari beberapa sekolah negeri.
“Benar itu kata ibu guru yang menjadi sumber pertama kali mengeluhkan masalah ini. Kami berterimakasih dengan dia. Jadi, bahwa guru belum menerima insentif itu memang benar, tidak mengada-ada,” kata seorang guru  yang nampaknya menjadi juru bicara saat itu.
Statemen guru membenarkan belum dibayarkannya insentif itu, meng-counter paparan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda Harimurti, yang sebelumnya meragukan laporan tentang belum digelontornya insentif untuk guru di Kota Tepian.
“Pokoknya saya tidak mau komentar. Soalnya saya tidak tahu guru yang ngasih informasi itu siapa? Jangan-jangan bukan guru beneran atau nggak ngajar 24 jam seminggu. Seharusnya jelas ngajarnya di mana? Siapa namanya,” kata Harimurti, kala itu (Kaltim Post, Sabtu, 26 Maret).
Kembali ke perwakilan guru yang menyambangi kantor media ini. Guru, kata juru bicara perwakilan, tak pernah mendapat penjelasan yang komprehensif dari Disdik, mengapa hingga berbulan-bulan insentif belum dibayarkan.
Padahal, seperti yang ketahui dari media, insentif dari Pemprov Kaltim untuk Pemkot Samarinda sudah dicairkan 2009 dan 2010. Yakni, pada 2009 sebesar     Rp 20.322.000.000 dan 2010 sebesar Rp 40.644.000.000.
“Jadi mentoknya ini di mana? Kalau memang Pemprov sudah mencairkan, terus uangnya di mana? Apakah masih di Pemkot, atau sudah diturunkan ke Disdik (Dinas Pendidikan), biar kita tahu masalahnya di mana,” ujarnya.
Selama ini, para guru hanya diminta bersabar oleh Disdik Samarinda. Tapi, mereka tak mendapat kejelasan, harus bersabar hingga kapan.
“Sudah setahunan kami bersabar,” kata guru yang lain, menambahkan.
CAIR SEBAGIAN
Entah apa ada korelasi dengan pemberitaan di media yang menyuarakan tentang tersendatnya insentif guru, atau memang sesuai dengan jadwal, kemarin, sebagian guru di Samarinda sudah mendapatkan insentif mereka. Tapi, pembagian insentif belum merata. Informasi yang diterima media ini, insentif guru yang sudah cair adalah di SMA 5, SMP 28, SMA 11, dan SMP 36.
Yang anehnya lagi, jelas seorang guru yang sudah mengambil insentif kemarin, yang dicairkan adalah insentif yang Rp 300 ribu dari Pemprov untuk triwulan ketiga 2010– Juli, Agustus, September. Nah, triwulan kedua dan keempat justru belum dibayarkan. Padahal, pada triwulan kedua, para guru sudah menandatangani tanda terima insentif.
“Kok loncat gini pencairannya, ini ‘kan menjadi tanda tanya juga,” tutur guru tersebut.  
Diketahui, insentif yang dikeluhkan guru adalah dua triwulan (3 dan 4) yang Rp 200 ribu dari Pemkot pada 2009 belum cair. Sedangkan pada 2010, triwulan kedua  dan keempat insentif dari Pemkot yang Rp 200 ribu dan dari Pemprov Rp 300 ribu belum cair.
Tahun lalu, insentif yang sudah cair adalah triwulan pertama dan ketiga (baru cair kemarin sebagian guru). Triwulan pertama 2011, insentif belum diterima.
Sejak 2009, guru mendapat insentif perbulan Rp 1 juta yang dibayarkan per triwulan. Dengan rincian, insentif dari Pemkot Rp 700 ribu (pembayarannya dipisah Rp 500 ribu dan Rp 200 ribu), sedangkan dari Pemprov Rp 300 ribu. Insentif Rp 500 ribu dari Pemkot tak disoal karena lancar mengalir. Yang dikeluhkan selama ini adalah Rp 200 ribu dan yang dari Pemprov Rp 300 ribu. (far/*/her/ha)

source: KaltimPost


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s