Sehat & Bugar

24 08 2009

jalankakiPengasuh: Dr. Handrawan Nadesul Dokter Umum

Kata Kunci : Jalan Kaki Sambil Tak Lupa Tertawa Tiga Kali Sehari

Hari Kesehatan Sedunia  memilih tema banyak gerak (Move for Health). Tigaperlima penyakit orang sekarang disebabkan oleh hidup yang kurang gerak (sedentary lifestyle). Banyak gerak saja tentu tidak cukup. Jangan pula salah memilih menu harian, selain menambah dosis tertawa  kita. 

Di awal-awal Senior terbit, di rubrik ini pernah turun tulisan mengenai konsep hidup sehat dengan jalan kaki rutin, menu rendah lemak, dan lebih sering tertawa. Untuk mengenang ulang gagasan itu, tema yang sama kita angkat kembali, lantaran WHO pun minta agar warga dunia memilih banyak gerak (move for health).

Bergerak sendiri ada dua macam. Bergerak alami, dan bergerak terencana. Sebagian besar bangsa kita sejak dulu rajin bangun pagi, sudah banyak gerak sedari dini hari: berjalan, membersihkan rumah, mengangkat barang, memikul, menggendong, mencuci baju, dan semua pekerjaan harian yang menggunakan aktivitas sekujur fisik.

Bepeluang Panjang Umur

 

 Tidak demikian halnya dengan manusia modern. Semua pekerjaan harian dikerjakan dengan bantuan mesin dan elektronik. Semua serba remote, serba otomatis. Orang hanya bergerak ke kamar kecil, atau ke ruang kantornya. Diluar itu lebih banyak duduk. Sekarang dianjurkan tidak lagi begitu. Walau ada mobil, dianjurkan turun agak jauh dari tujuan, supaya ada kesempatan buat jalan kaki. Kendati di kantor ada lift, pilih naik tangga. Kendati di rumah ada pembantu tetap ikut menyapu, mengepel, cuci piring, membersihkan rumah, dan semua urusan pribadi dilakukan sendiri.

 Sedang bergerak yang terencana, misalnya adalah olahraga. Dalam bergerak badan terencana, penggagas latihan aerobik Cooper (1968), me-lakukan otokritik terhadap kelebihan porsi gerak yang pernah ia tawar-kan. Dulu makin keras bergerak badan dianggap makin bermanfaat. Konsep itu ternyata keliru. Melihat hasil riset yang dilakukan, ia sendiri melakukan koreksi. Kelebihan gerak badan ternyata buruk akibatnya. Pelari maraton Jan Fixx, yang lari 60 mil seminggu, dan sudah menempuh 37

ribu mil, serta 20 kali lomba maraton, ternyata mati muda. Pelari maraton Sy Mah, juga mati muda oleh kanker. Begitu pula kanker yang menimpa pelari Ruth Heidrich, serta kanker otak pada Werner Tersago, yang lari lebih dari 40 mil dalam seminggu.

 Cooper, si penggagas latihan aerobics, menemukan bahaya gerak badan yang berlebihan bagi kesehatan, seperti ditulis dalam bukunya bertajuk “Antioxidant Revolution”. Intinya, kelebihan gerak badan menambah besar tumpukan radikal bebas (free radicals) dalam tubuh. Itu maka, kemudian Cooper menawarkan kegiatan gerak badan baru yang lebih enteng (Lower Intensity Exercise Program). Salah satu pilihan primadonanya: jalan kaki 2 mil 30 menit 4-5 kali seminggu. Program ini bisa mengurangi ancaman berbagai penyakit degeneratif dan lebih berpeluang panjang umur. Model gerak badan seperti itu bisa memberikan 15 fitness point, satuan porsi kebugaran.

 Waspadai Persendian

 Dalam hal jalan kaki, tentu tidak sekadar jalan santai. Gaya jalannya, jalan bergegas tergopoh-gopoh (mungkin seperti dikejar anjing) yang disebut brisk walking. Kalau bisa maksimal sekitar 100 meter per menit, atau 6 Km per jam bagi yang masih mampu.

 Jika gerak badan dilakukan lebih dari itu, berisiko kelebihan radikal bebas yang akan menumpuk di dalam tubuh. Benar tubuh sendiri memproduksi antioxidant untuk menawarkan radikal bebas, namun produksinya terbatas saja. Jika radikal bebas di badan lebih dari kemampuan tubuh menawarkan racun tersebut – yang ditimbulkan akibat latihan berlebihan – maka tubuh harus memikul akibatnya.

 Berlari dianggap tidak lebih menyehatkan daripada jalan cepat. Cooper menghitung kalau tangkapan aerobik berjalan cepat sama hasilnya dengan berlari. Sementara berlari sendiri bagi yang sudah berusia kepala empat, memikul risiko merusak persendian. Sebabnya, dengan bertambahnya usia, cairan sendi semakin berkurang dan rawan sendi semakin menipis. Dengan demikian kegiatan berlari lebih berisiko menimbulkan cedera sendi, terlebih jika bobot tubuh sudah berlebih.

 Tingkatkan Morfin Tubuh

 Hal lain yang penting diperhatikan adalah soal tertawa. Sudah beberapa tahun terakhir ini di India berkembang apa yang disebut dengan Klub Tertawa. Kumpulan orang yang bersepakat sengaja tertawa terpingkal-pingkal setiap hari, agar hidup lebih bugar. Mereka berkumpul setiap pagi dengan kewajiban masing-masing peserta membawa lelucon untuk ditertawakan. Kumpulan ini mendapat sambutan dari Barat, dan sudah membuka cabang di mana-mana.

 Sekarang terungkap kalau tertawa memiliki kemampuan menyembuhkan (healing power of humor). Bahkan di Jepang, sengaja memancing tertawa memegang peran besar dalam mengendurkan reaksi alergi (Dr. Hajime Kimata). Kimata berangkat dari riset tak kurang dari 30 tahun yang dilakukan Norman Cousins. Riset menemukan bahwa dengan banyak tertawa bisa mengurangi rasa nyeri (Nyeri sendi berkurang dengan 10 menit tertawa). Keluhan alergi dalam riset Kimata berkurang dengan 87 menit nonton film humor.

 Stres menekan sistem imun, sedang tertawa meningkatkannya. Tertawa sendiri meningkatkan kadar endorphine (morfin yang diproduksi tubuh sendiri). Morfin ini yang mengendurkan rasa perih-pedih kehidupan. Tertawa juga mengajak orang merasa bahagia. Untuk itu perlu usaha. Rasa bahagia sempurna (truely happiness) hanya terpetik jika dalam hati penuh rasa bersyukur (Gede Prama, Dynamic consulting). Rasa bersyukur pada apa yang diterima, membungakan rasa bahagia pribadi. Tanpa perlu dipancing pun, rasa bahagia memudahkan kita tertawa. Maka banyak-banyak tertawalah selagi sempat, paling kurang 3 X sehari, kapan saja, asal tidak dilakukan di depan kumis Pak Polisi.@


Aksi

Information

4 responses

28 01 2011
transferfactorformula

asal jangan terlalu sering ketawa ya pak…

16 02 2011
aris63

ga ktawa…cuma…heheheheheh

4 10 2014
trafic organique wiki

Hi! Quick question that’s completely off topic.

Do you know how to make your site mobile friendly?
My site looks weird when browsing from my iphone 4. I’m trying to find a template or plugin that might
be able to fix this issue. If you have any suggestions, please share.
With thanks!

16 12 2014
aris63

Thank you for your attention …. apologize in advance I do not know the answer to your question …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s