Terminal yang satu ini tak layak disebut terminal bus, Terminal Bus Pulo Gadung lebih pas disebut sebagai sarang preman, sarang penyamun, sarang singa yang ganas untuk memangsa mahluk yang lemah dan tiada daya. Aparat sudah tak perduli, pejabat hanya janji-janji, karena kenyataan di lapangan saat ini, tidak ada perubahan yang sangat berarti.
Tulisan ini adalah kisah perjalanan pribadi yang tidak begitu panjang namun memberi kesan yang cukup mendalam dan barangkali akan selalu teringat ketika mendengar nama Pulo Gadung disebut-sebut. Sebelum up load tulisan ini, penulis telah mencoba browsing di Internet untuk melihat dan membaca berita/tulisan/keluhan yang berkaitan dengan Terminal Pulo Gadung yang ternyata sama dengan apa yang telah penulis alami bahkan ada kejadian yang lebih parah dimana ada calon penumpang sampai diplorotkan celananya. Baca entri selengkapnya »



























Komentar Terakhir